Monday, November 4, 2024

Mengenal Buah Mundu, Buah Lokal yang Terlupakan

Buah Mundu


Apakah kamu mengenal buah Mundu?

Kalau jawabanmu adalah "Tidak", sebenarnya kamu tidak sendiri. Buah asli Indonesia ini memang tidak terlalu dikenal sekarang. Dewasa ini, buah-buahan lokal dianggap kualitasnya tak sebagus buah-buahan impor, padahal kandungan pada buah mundu dapat dijadikan pewarna alami yang sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Buah mundu dengan nama ilmiah Gracinia dulcis termasuk dalam famili manggis-manggisan atau Clusiaceae. Buah mundu adalah buah dari pohon asli Indonesia yang hanya tumbuh di Jawa, Sulawesi, dan Maluku.

Pohon mundu hidup di habitat hutan primer, hutan dataran rendah, batu karang, pinggir sungai, dan dengan ketinggian 350 meter di atas permukaan laut. Buah mundu berbentuk bulat lonjong dengan ukuran diameter panjang 3 sentimeter dan diameter pendeknya 2 sentimeter. Buah ini dapat dimakan dan berasa masam.


Kandungan Pigmen dalam Buah Mundu

Tim ahli biologi Universitas Kristen Satya Wacana, yakni Dhanang Puspita, Yosephine Diana Tjahyono, Yunius Samalukang, dan Monika Rahardjo memaparkan hasil penelitian mereka berjudul "Potensi Buah Mundu (Garcinia Xanthochynus Hook.F.) Sebagai Penghasil Pigmen Alami". Penelitian ini terbit di LPPM Journal, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Jenderal Soedirman, 2017.

Mereka mengungkapkan, pada analisis biokimia daging buah mundu terdapat bahan kimia seperti asam askorbat, fenol, dan karotenoid. Karotenoid merupakan pigmen alami yang terkandung dalam buah dan sayur yang berwarna kuning, merah muda, dan merah.

“Terdapat dua kelas utama dari karotenoid yaitu: karoten (β-karoten dan α-karoten) dan xantofil yang merupakan turunan dari karoten. Karotenoid memiliki turunan berupa beta karoten yang merupakan prekusor vitamin A. Karotenoid juga berperan penting sebagai senyawa penangkal radikal bebas atau antioksidan,” demikian tulis Dhanang sebagai ketua tim peneliti.

Menurut penelitian, pada pigmen warna kuning atau karotenoid ini terdapat zeaxanthin yang merupakan pigmen (warna) utama dari jagung kuning, kuning telur, dan beberapa terkandung dalam buah dan sayuran kuning. Zeaxanthin dan lutein mempunyai peran dalam pencegahan degenerasi macula (bagian retina) yang disebabkan pertambahan usia, salah satu penyebab kebutaan. Zeaxanthin ini pada umumnya digunakan sebagai bahan tambahan pangan dan perwarna industri pangan.

Buah mundu yang sudah matang, berwarna kuning yang menunjukkan keberadaan karotenoid. Dengan adanya karotenoid ini dapat menjadi potensi sebagai pigmen alami atau pewarna alami. Hal ini dapat menjadi pengganti pigmen kimia sintetis atau pewarna buatan yang biasa digunakan pada pembuatan makanan atau minuman dan beredar di pasaran. Tertulis dalam penelitian bahwa penggunaan pigmen kimia sintetis atau pewarna buatan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, pemicu kanker, dan keracunan. dengan pewarna alami syang berasal dari buah-buahan atau daun-daunan, makanan menjadi lebih sehat da aman dikonsumsi.

Sumber: 

https://nationalgeographic.grid.id/read/133104608/buah-mundu-saudara-manggis-yang-tidak-banyak-dikenal-manfaatnya?page=all#:~:text=Sementara%20itu%20buah%20mundu%20adalah,meter%20di%20atas%20permukaan%20laut.

0 comments:

Post a Comment