Kegiatan
pembiasaan di SD Negeri 2 Kertosari dilaksanakan secara rutin, terjadwal, dan
terstruktur, meliputi kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Seluruh
kegiatan pembiasaan ini dirancang untuk mendukung pencapaian 8 Dimensi Profil
Lulusan (DPL) dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH)
a.
Tujuan Kegiatan Pembiasaan
1)
Membentuk murid yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan
berkarakter Pancasila melalui pembiasaan positif
2)
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui kegiatan
keagamaan rutin
3)
Melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian murid
4)
Menumbuhkan kepedulian sosial, kerja sama, dan rasa
kebersamaan
5)
Membangun budaya membaca dan kecintaan terhadap ilmu
pengetahuan
6)
Menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian
lingkungan
7)
Menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap
budaya lokal dan nasional
b.
Ragam Kegiatan Pembiasaan
1)
Kegiatan Pembiasaan Harian
Kegiatan
pembiasaan harian dilaksanakan setiap hari sebelum dan selama proses
pembelajaran berlangsung.
Tabel
44 Kegiatan Pembiasaan Harian
|
No |
Jenis Kegiatan |
Uraian/Variasi |
Tujuan |
DPL |
KAIH |
|
1 |
Doa dan Asmaul Husna |
Dilaksanakan
setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Murid berdoa bersama dan membaca
Asmaul Husna secara klasikal dipimpin oleh guru atau petugas piket kelas |
Menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan,
membiasakan memulai kegiatan dengan doa |
Keimanan dan Ketakwaan |
Beribadah |
|
2 |
Salat Dhuhur Berjamaah |
Dilaksanakan secara terjadwal untuk setiap kelas
(bergiliran), khusus bagi murid kelas IV-VI. Kegiatan ini membiasakan murid
melaksanakan salat wajib berjamaah |
Membiasakan salat berjamaah, melatih kedisiplinan dan
tanggung jawab dalam menjalankan ibadah |
Keimanan dan Ketakwaan, Kesehatan |
Beribadah |
2)
Kegiatan Pembiasaan Mingguan
Kegiatan pembiasaan mingguan di SD
adalah rutinitas terstruktur setiap hari untuk membentuk karakter dan disiplin murid.
Contohnya, Senin upacara, Selasa literasi membaca, Rabu senam/kantin sehat,
Kamis peduli lingkungan, dan Jumat amaliah keagamaan. Program ini bertujuan
menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, serta kemandirian. Dengan
pelaksanaan konsisten, kegiatan ini menciptakan budaya sekolah positif dan
mendukung pembentukan Dimensi Profil Lulusan secara berkesinambungan. Kegiatan pembiasaan
mingguan dilaksanakan setiap pagi sebelum memulai pelajaran, dengan variasi
kegiatan sesuai hari.
Tabel 45 Kegiatan
Pembiasaan Mingguan
|
No |
Hari |
Jenis Kegiatan |
Uraian/Variasi |
Tujuan |
DPL |
KAIH |
||
|
1 |
Senin |
Upacara
Bendera |
Upacara
bendera dilaksanakan setiap Senin pagi di halaman sekolah. Diikuti oleh
seluruh warga sekolah (murid, guru, dan tenaga kependidikan). Petugas upacara
dilakukan secara bergiliran oleh murid kelas IV-VI |
Menumbuhkan
rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan menghargai simbol-simbol negara |
Kewar gaan |
Bermasyarakat,
Gemar Belajar |
||
|
|
|
Infak Senenan |
Dilaksanakan setiap Senin setelah upacara bendera. Dana
infak digunakan untuk membiayai kegiatan kemuridan yang tidak dapat dibiayai
dari dana BOS, misalnya hadiah dalam lomba antar murid, transport
kegiatan outing class, dan kegiatan kemuridan lainnya |
Menumbuhkan kepedulian sosial, tanggung jawab, dan
kemandirian dalam mengelola keuangan |
Kemandirian, Kewar gaan |
Bermasyarakat |
||
|
2 |
Selasa |
Senam |
Senam
bersama dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis pagi di halaman sekolah. Semua murid
dan guru mengikuti senam yang dipimpin oleh guru PJOK atau petugas yang
ditunjuk |
Meningkatkan
kebugaran fisik, menjaga kesehatan, dan membangun semangat positif sebelum
belajar |
Kesehatan |
Berolahraga |
||
|
3 |
Rabu |
Literasi |
Variasi kegiatan literasi: |
Membangun budaya membaca, meningkatkan kemampuan literasi,
mengembangkan imajinasi dan kemampuan komunikasi |
Penalaran Kritis, Komunikasi |
Gemar Belajar |
||
|
4 |
Kamis |
Senam |
Senam
bersama (sama dengan kegiatan Selasa) |
Meningkatkan
kebugaran fisik, menjaga kesehatan |
Kesehatan |
Berolahraga |
||
|
5 |
Jumat |
Siraman Rohani/
Sinroh |
Variasi kegiatan: |
Memperkuat keimanan dan ketakwaan, membiasakan kegiatan
keagamaan, melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum |
Keimanan dan Ketakwaan, Komunikasi |
Beribadah, Bermasyarakat, Gemar Belajar |
||
|
Infak
Jumat |
Pengumpulan
infak oleh murid setiap Jumat. Uang infak dikumpulkan dan digunakan untuk
pembiayaan kegiatan keagamaan, seperti latihan berkurban, berbagi sembako di
lingkungan sekitar, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya |
Menumbuhkan
kepedulian sosial, rasa berbagi, dan solidaritas |
Keimanan
dan Ketakwaan, Kewargaan |
Bermasyarakat,
Beribadah |
||||
|
6 |
Sabtu |
Lisabu (Minggu ke-1 & ke-3) |
Lisabu = Lihat Sampah Buang.
Kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan sekolah. Semua warga sekolah
berpartisipasi membersihkan kelas, halaman, dan lingkungan sekitar sekolah |
Menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian
lingkungan, melatih kerja sama dan gotong royong |
Kewargaan, Kesehatan, Kolaborasi |
Bermasyarakat |
||
|
Tampah (Minggu ke-2
& ke-4) |
Tampah = Tabungan SaMpah. Murid
mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dari rumah tangga di
rumah/sekolah selama 2 minggu, kemudian mengumpulkan di sekolah sesuai
jadwal. Sampah dikumpulkan, dijual pada pengepul barang bekas, dan hasil
penjualan dimasukkan ke uang kas kelas untuk membiayai kegiatan kelas |
Menumbuhkan
kesadaran mengelola sampah, melatih kemandirian dan tanggung jawab, membangun
jiwa kewirausahaan |
Kemandirian,
Kewargaan, Kreativitas |
Bermasyarakat,
Gemar Belajar |
||||
3)
Kegiatan Pembiasaan Bulanan
Selain kegiatan pembiasaan harian dan mingguan, di SD Negeri 2 Kertosari
juga diprogramkan kegiatan pembaisaan bulanan. Tabell di bawah ini menguraikan
detail kegaitan tersebut:
Tabel 46 Kegiatan
Pembiasaan Bulanan
|
No |
Jenis Kegiatan |
Uraian/Variasi |
Tujuan |
DPL |
KAIH |
|
1 |
Panggung Ceria |
Kegiatan
pentas kelas secara terjadwal. Dilaksanakan setiap hari Sabtu minggu ke-4
setiap bulan. Setiap kelas mendapat giliran tampil secara bergiliran
menampilkan seni, keterampilan, bakat, dan kreativitas murid |
Mengembangkan
kreativitas, kepercayaan diri, dan keberanian tampil di depan umum; melatih
kerja sama dan tanggung jawab; mengapresiasi bakat dan minat murid |
Kreativitas, Komunikasi, Kemandirian,
Kolaborasi |
Gemar Belajar, Bermasyarakat |
4)
Kegiatan Pembiasaan Tahunan
Beberapa kegiatan pembiasaan dilaksanakkan
secara rutin setiap tahun. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat diamati pada tabel
di bawah ini:
Tabel 47 Kegiatan
Pembiasaan Tahunan
|
No |
Jenis Kegiatan |
Uraian/Variasi |
Tujuan |
DPL |
KAIH |
|
1 |
Pesantren
Ramadhan |
Kegiatan
selama bulan Ramadhan: |
Meningkatkan
keimanan dan ketakwaan, membiasakan ibadah di bulan Ramadhan, mempererat tali
silaturahmi antar warga sekolah |
Keimanan
dan Ketakwaan, Kewargaan, Kolaborasi |
Beribadah,
Bermasyarakat |
|
2 |
Peringatan Hari Besar Nasional |
Kegiatan peringatan hari besar nasional seperti: |
Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme;
mengembangkan kreativitas, sportivitas, dan kerja sama melalui lomba;
membangun kepedulian sosial |
Kewargaan, Kreativitas, Kesehatan, Kolaborasi, Komunikasi |
Bermasyarakat, Gemar Belajar, Berolahraga |
|
3 |
Peringatan
Hari Besar Agama |
Kegiatan
peringatan hari besar agama seperti: |
Memperkuat
pemahaman dan penghayatan nilai-nilai keagamaan; membangun kepedulian sosial
dan semangat berbagi |
Keimanan
dan Ketakwaan, Kewargaan |
Beribadah,
Bermasyarakat |
1. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pebiasaan
1) Prinsip dalam Kegiatan Pembiasaan
Prinsip pelaksanaan kegiatan
pembiasaan di SD Negeri 2 Kertosari berlandaskan pada teori bahwa karakter
tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses yang berkelanjutan,
dimulai dari tindakan kecil yang diulang hingga menjadi kebiasaan dan akhirnya
melekat sebagai karakter. Proses ini adalah fondasi dari Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK), sebagaimana diamanatkan dalam Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018,
yang diimplementasikan melalui kurikulum dan pembiasaan di satuan pendidikan. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaannya
adalah sebagai berikut:
a) Konsistensi dan Keberlanjutan
b) Keteladanan oleh Seluruh Warga Sekolah
c) Keterlibatan Aktif dan Penciptaan Lingkungan yang Kondusif
d) Pendekatan Bertahap dan Sistematis
e) Penguatan Positif dan Penghargaan
f) Sinergi dengan Orang Tua dan Masyarakat
2) Prinsip Keteladanan Dalam Kegiatan Pembiasaan
Keteladanan
merupakan salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter murid melalui
kegiatan pembiasaan. Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan yang
efektif harus dilandasi oleh "ing ngarsa sung tulada" (di depan
memberi teladan), "ing madya mangun karsa" (di tengah membangun
semangat), dan "tut wuri handayani" (di belakang memberi dorongan).
Prinsip ini menjadi fondasi bagi seluruh warga sekolah dalam menjalankan
kegiatan pembiasaan.
Keteladanan
dalam kegiatan pembiasaan di SD Negeri 2 Kertosari dimaknai sebagai pemberian
contoh nyata oleh seluruh warga sekolah, terutama guru, kepala sekolah, dan
tenaga kependidikan dalam melaksanakan nilai-nilai karakter yang ingin
ditanamkan kepada murid. Keteladanan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata,
tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat diamati dan ditiru oleh murid.

0 comments:
Post a Comment