Visi, misi, dan tujuan
merupakan komponen penting dalam Kurikulum Satuan Pendidikan yang menjadi acuan
arah pengembangan dan menunjukkan prioritas satuan pendidikan. Berdasarkan
Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi Tahun 2025, visi,
misi, dan tujuan harus berpusat pada murid dan dirumuskan berdasarkan masukan
dari seluruh warga satuan pendidikan.
Visi, misi, dan tujuan
SD Negeri 2 Kertosari Tahun Ajaran 2026/ 2027 yang
dirumuskan
berdasarkan hasil analisis karakterisik satuan
pendidikan, analisis hasil rapor pendidikan, dan aspirasi warga sekolah yang yang dikumpulkan
melalui diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan perwakilan guru, tenaga
kependidikan, orang tua murid, komite sekolah, dan tokoh masyarakat dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah yang terbaru, seperti 8
Dimensi Profil Lulusan (DPL), dan pendekatan pembelajaran mendalam yang
menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran yang
berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan
(joyful) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara
holistik dan terpadu. Adapun rumusan visi, misi, dan tujuan SD Negeri 2
Kertosari dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.
Rumusan Visi Sekolah
Berdasarkan hasil
analisis karakteristik satuan pendidikan dan aspirasi seluruh pemangku
kepentingan, SD Negeri 2 Kertosari menetapkan visi:
"Terwujudnya
lulusan yang religius, bernalar kritis, kreatif, berbudaya, dan
berprestasi"
Visi ini menggambarkan
bagaimana murid menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan
dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan
pendidikan. Visi mengandung nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan
pembelajaran agar murid dapat mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang
mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.
2.
Indikator Ketercapaian Visi
Visi sekolah akan
tercapai jika lulusan SD Negeri 2 Kertosari memiliki karakteristik sebagai
berikut:
Tabel 22 Indikator
Ketercapaian Visi
|
No |
Indikator Ketercapaian Visi |
Deskripsi |
|
1 |
Keyakinan Teguh |
Memiliki keyakinan teguh dengan agama yang
diyakini dan mampu memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam
kehidupan sehari-hari |
|
2 |
Pembelajar Sepanjang Hayat |
Memiliki motivasi untuk selalu belajar dan mengembangkan
potensi diri |
|
3 |
Berprestasi Optimal |
Mampu berprestasi sebagai hasil akhir dari
proses belajar yang dijalaninya |
|
4 |
Kreatif dan Inovatif |
Mampu menciptakan ide kreatif dan orisinal serta menemukan
solusi yang tepat, bermanfaat, dan sesuai dengan keadaan masa kini |
|
5 |
Berkarakter Luhur |
Mengimplementasikan 8 Dimensi Profil Lulusan
dalam aktualisasi kehidupan sehari-hari |
|
6 |
Berpikir Kritis |
Mampu berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh budaya
negatif |
Visi ini
dirumuskan secara kolektif melalui proses yang melibatkan seluruh pemangku
kepentingan dan selaras dengan tujuan pendidikan nasional serta kerangka
kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Selanjutnya visi sekolah dijabarkan menjadi misi SD Negeri 2 Kertosari, agar
dapat dilaksanakan dalam langkah nyata.
Untuk mencapai visi
yang telah ditetapkan, SD Negeri 2 Kertosari merumuskan misi sebagai pernyataan
tindakan yang menjelaskan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi. Misi
dijabarkan dalam kalimat tindakan yang berorientasi pada murid dan menunjukkan
nilai-nilai penting yang diprioritaskan.
Misi SD Negeri 2
Kertosari:
- Menyelenggarakan pembelajaran
pendidikan agama dan budi pekerti yang bermakna serta pembiasaan kegiatan
keagamaan secara rutin di sekolah dan di rumah
- Menumbuhkan akhlak mulia melalui
pembudayaan sikap jujur, disiplin, santun, dan tanggung jawab dalam
seluruh aktivitas keseharian di lingkungan sekolah
- Mengimplementasikan pembelajaran
berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) di semua mata
pelajaran melalui pendekatan PBL, diskusi, dan studi kasus
- Membangun budaya bertanya, berdebat
sehat, dan refleksi etis melalui kegiatan kokurikuler dan komunitas
belajar murid
- Menyelenggarakan Projek Kokurikuler
dan ekstrakurikuler yang mendorong murid untuk berkarya, berinovasi, dan
memecahkan masalah secara aplikatif
- Mengakomodasi minat, bakat, dan
potensi murid melalui kegiatan pembinaan seni, keterampilan, dan teknologi
yang menghasilkan produk nyata
- Menanamkan sikap toleransi,
moderasi beragama, dan kesetaraan gender melalui pembelajaran lintas
budaya dan kunjungan edukasi ke tempat ibadah
- Melestarikan dan mengembangkan
kegiatan seni budaya daerah serta membangun kesadaran kebinekaan global
melalui Projek Kokurikuler tema "Bineka Tunggal Ika"
- Meningkatkan kemampuan literasi dan
numerasi murid melalui program wajib membaca, pojok baca kelas, dan
pembelajaran numerasi kontekstual dengan media manipulatif
- Mengikutsertakan murid dalam lomba
akademik dan non-akademik di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi
sebagai wujud aktualisasi prestasi
- Menyelenggarakan program pembiasaan
hidup sehat, bersih, dan bugar melalui kegiatan Senam Bersama, Program Tampah
dan Lisabu,
pemeriksaan kesehatan berkala, serta pengelolaan kantin sehat dan ramah
lingkungan serta implementasi Integrasi Nilai-Nilai Anti
Narkoba (IKAN).
- Membangun kesadaran murid akan
pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis melalui program
Sekolah Ramah Anak, layanan konseling, serta kegiatan relaksasi dan
refleksi diri secara rutin.
- Mengintegrasikan nilai-nilai
kesehatan fisik dan mental dalam seluruh aktivitas pembelajaran, baik
intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, termasuk melalui
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun pagi, berolahraga, makan
sehat dan bergizi, dan tidur cepat).
- Mengembangkan kemampuan komunikasi
intrapribadi murid melalui pembiasaan refleksi diri, jurnal belajar, dan
kegiatan literasi yang mendorong kesadaran akan proses berpikir dan
perasaan.
- Mengembangkan kemampuan komunikasi
antarpribadi murid melalui kegiatan presentasi, diskusi kelompok, debat
sehat, dan bermain peran (role play) secara rutin dalam pembelajaran.
- Memfasilitasi murid untuk
menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif baik lisan maupun
tulisan melalui pameran karya, pentas seni, publikasi hasil projek, dan
pemanfaatan teknologi digital.
Berdasarkan Panduan
Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi Tahun 2025, tujuan satuan
pendidikan harus: (1) specific (spesifik), menyatakan
secara jelas hasil yang ingin dicapai; (2) measurable (terukur): dapat
diukur dan memiliki kriteria pencapaian yang jelas;
(3) achievable (dapat
dicapai): realistis dan dapat dilaksanakan oleh seluruh warga satuan
pendidikan; (3) relevant
(relevan): selaras dengan misi dan berpihak pada murid; (5) time-bound (berbatas
waktu): memiliki alokasi waktu pencapaian yang jelas.
selain
itu, tujuan harus selalu merupakan perwujudan dari visi dan
misi, mencerminkan karakteristik atau hasil yang akan dicapai oleh
murid, selaras dengan 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL), serta menggambarkan
tahapan-tahapan penting (milestone) yang selaras dengan misi.
Berdasarkan visi dan
misi yang telah ditetapkan, SD Negeri 2 Kertosari merumuskan tujuan sebagai
berikut:
Tabel 23 Tujuan Sekolah
dan Target Capaiannya
|
No |
Tujuan |
Indikator Keberhasilan |
Target |
Waktu |
|
1.1 |
Meningkatkan pemahaman murid terhadap ajaran
agama sesuai keyakinannya |
Rata-rata nilai pendidikan agama mencapai KKM
(75) |
100% murid |
Setiap semester |
|
1.2 |
Membudayakan kegiatan keagamaan rutin di sekolah |
Frekuensi pelaksanaan doa bersama, salat Dhuha, atau
tadarus sesuai jadwal |
Minimal 3 kali per minggu |
Setiap minggu |
|
1.3 |
Mendorong murid mengamalkan nilai-nilai agama
dalam kehidupan sehari-hari |
Persentase murid yang dinilai memiliki sikap
religius baik oleh guru dan orang tua |
≥ 85% |
Setiap semester |
|
2.1 |
Membentuk karakter murid yang jujur dalam perkataan dan
perbuatan |
Persentase murid yang tidak pernah melakukan tindakan tidak
jujur |
≥ 80% |
Setiap semester |
|
2.2 |
Meningkatkan kedisiplinan murid dalam
mengikuti aturan sekolah |
Tingkat kehadiran murid minimal 95%;
ketepatan waktu mengumpulkan tugas ≥ 85% |
≥ 80% |
Setiap bulan |
|
2.3 |
Menumbuhkan sikap santun dan tanggung jawab murid |
Persentase murid yang dinilai santun dan bertanggung jawab |
≥ 80% |
Setiap semester |
|
3.1 |
Meningkatkan kemampuan murid dalam
menganalisis informasi dan memecahkan masalah |
Skor nalar kritis (A.3.4) dalam Asesmen
Nasional |
Meningkat dari 42,16 menjadi ≥ 55 |
1 tahun |
|
3.2 |
Meningkatkan kualitas RPP yang memuat aktivitas HOTS |
Persentase RPP yang memuat aktivitas menganalisis,
mengevaluasi, dan mencipta |
100% |
Setiap semester |
|
3.3 |
Melaksanakan pembelajaran berbasis masalah
(PBL) dan studi kasus |
Frekuensi pelaksanaan PBL atau studi kasus di
setiap kelas |
Minimal 1 kali per bulan per kelas |
Setiap bulan |
|
4.1 |
Meningkatkan kemampuan murid dalam menghasilkan karya
kreatif |
Skor kreativitas (A.3.3) dalam Asesmen Nasional |
Meningkat dari 48,45 menjadi ≥ 55 |
1 tahun |
|
4.2 |
Melaksanakan Projek Kokurikuler secara rutin
untuk seluruh jenjang kelas |
Jumlah tema Projek Kokurikuler yang
dilaksanakan setiap tahun |
Minimal 2 tema per tahun |
Setiap tahun |
|
4.3 |
Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan
ekstrakurikuler |
Persentase murid yang mengikuti minimal 1 kegiatan
ekstrakurikuler secara aktif |
≥ 80% |
Setiap semester |
|
5.1 |
Meningkatkan sikap toleransi dan penghargaan
terhadap perbedaan |
Skor toleransi dan kesetaraan (D.8.3) dalam
Asesmen Nasional |
Meningkat dari 48,51 menjadi ≥ 60 |
1 tahun |
|
5.2 |
Melaksanakan kunjungan edukasi lintas budaya dan ke tempat
ibadah |
Frekuensi kunjungan edukasi ke tempat ibadah berbeda agama |
Minimal 2 kali per tahun |
Setiap tahun |
|
5.3 |
Melestarikan seni budaya daerah melalui
kegiatan ekstrakurikuler |
Tersedianya kegiatan ekstrakurikuler seni
budaya daerah |
Minimal 2 jenis kegiatan |
Setiap tahun |
|
6.1 |
Meningkatkan capaian kompetensi minimum literasi murid |
Persentase murid yang mencapai kompetensi minimum literasi
(A.1) |
Meningkat dari 82,35% menjadi ≥ 85% |
1 tahun |
|
6.2 |
Meningkatkan capaian kompetensi minimum
numerasi murid |
Persentase murid yang mencapai kompetensi
minimum numerasi (A.2) |
Meningkat dari 76,47% menjadi ≥ 80% |
1 tahun |
|
6.3 |
Membudayakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran |
Frekuensi pelaksanaan program membaca 15 menit |
Setiap hari sekolah |
Setiap hari |
|
7.1 |
Membudayakan pola hidup bersih dan sehat
melalui pembiasaan rutin di lingkungan sekolah |
Frekuensi pelaksanaan Senam Anak Indonesia
Sehat |
Minimal 3 kali per minggu |
Setiap minggu |
|
|
|
Implementasi Program Tampah dan Lisabu dan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) |
Terlaksana setiap minggu |
Setiap minggu |
|
|
|
Ketersediaan dan pemanfaatan kantin sehat
dengan makanan bergizi seimbang |
Tersedia dan beroperasi |
Setiap hari |
|
7.2 |
Meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya kesehatan
fisik dan gizi seimbang |
Persentase murid dengan status gizi normal |
≥ 85% |
Setiap semester |
|
|
|
Partisipasi murid dalam program MBG sesuai jadwal |
≥ 80% murid |
Setiap minggu |
|
|
|
Penurunan jumlah hari absen karena sakit |
Menurun 10% dari tahun sebelumnya |
Setiap tahun |
|
7.3 |
Membangun kesadaran murid akan pentingnya
kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis |
Skor survei kesejahteraan psikologis murid
(D.4.1) |
Meningkat dari 52,58 menjadi ≥ 65 |
1 tahun |
|
|
|
Ketersediaan layanan konseling rutin dengan guru BK |
1 kali per bulan |
Setiap bulan |
|
|
|
Tidak ada kasus perundungan (bullying) di
lingkungan sekolah |
0 kasus |
Setiap semester |
|
7.4 |
Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan dalam seluruh aktivitas
pembelajaran dan pembiasaan sekolah |
Penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun
pagi, berolahraga, makan sehat dan bergizi, tidur cepat) |
Terlaksana setiap hari |
Setiap hari |
|
|
|
Pelaksanaan penjaringan dan pemeriksaan
kesehatan berkala bekerja sama dengan puskesmas |
Minimal 2 kali per tahun |
Setiap tahun |
|
7.5 |
Mengembangkan
kemampuan komunikasi intrapribadi murid melalui pembiasaan refleksi diri |
Ketersediaan
jurnal refleksi murid yang diisi secara rutin |
Minimal
1 kali per minggu |
Setiap
minggu |
|
|
|
Persentase murid yang mampu mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan belajarnya sendiri |
≥ 75% |
Setiap semester |
|
|
|
Terselenggaranya
kegiatan "Curhat Pagi" 5 menit sebelum belajar |
Setiap
hari |
Setiap
hari |
|
7.6 |
Mengembangkan kemampuan komunikasi
antarpribadi murid melalui kegiatan komunikatif |
Setiap kelas melaksanakan aktivitas
presentasi, diskusi, atau debat sehat |
Minimal 1 kali per bulan per kelas |
Setiap bulan |
|
|
|
Persentase
murid yang mampu mempresentasikan hasil karya atau gagasan secara lancar
minimal 5 menit di depan kelas |
≥
80% |
Setiap
semester |
|
|
|
Terselenggaranya kegiatan berbagi praktik
baik antar murid (student sharing) |
Minimal 2 kali per tahun |
Setiap tahun |
|
7.7 |
Memfasilitasi
murid untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif melalui
berbagai media |
Terselenggaranya
pameran karya murid (hasil projek, seni, dan keterampilan) |
Minimal
2 kali per tahun |
Setiap
tahun |
|
|
|
Publikasi hasil karya murid melalui media
digital (website sekolah, media sosial) |
Minimal 1 kali per bulan |
Setiap bulan |
|
|
|
Persentase
murid kelas 6 mampu menulis gagasan secara tertulis dengan lancar minimal 1
halaman folio |
≥
80% |
Akhir
tahun ajaran |
|
7.8 |
Meningkatkan kemampuan komunikasi murid dalam
konteks kebinekaan dan kolaborasi |
Terselenggaranya kegiatan kunjungan edukasi
lintas budaya dan diskusi antarbudaya |
Minimal 2 kali per tahun |
Setiap tahun |
Berdasarkan uraian pada tabel di atas, tujuan-tujuan
SD Negeri 2 Kertosari dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Meningkatkan pemahaman murid terhadap ajaran agama sesuai keyakinannya
2. Membudayakan kegiatan keagamaan rutin di sekolah
3. Mendorong murid mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan
sehari-hari
4. Membentuk karakter murid yang jujur dalam perkataan dan perbuatan
5. Meningkatkan kedisiplinan murid dalam mengikuti aturan sekolah
6. Menumbuhkan sikap santun dan tanggung jawab murid
7. Meningkatkan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dan memecahkan
masalah
8. Meningkatkan kualitas RPP yang memuat aktivitas HOTS
9. Melaksanakan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan studi kasus
10. Meningkatkan kemampuan murid dalam menghasilkan karya kreatif
11. Melaksanakan Projek Kokurikuler secara rutin untuk seluruh jenjang kelas
12. Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan ekstrakurikuler
13. Meningkatkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan
14. Melaksanakan kunjungan edukasi lintas budaya dan ke tempat ibadah
15. Melestarikan seni budaya daerah melalui kegiatan ekstrakurikuler
16. Meningkatkan capaian kompetensi minimum literasi murid
17. Meningkatkan capaian kompetensi minimum numerasi murid
18. Membudayakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran
19. Meningkatkan partisipasi murid dalam lomba di luar sekolah
20. Meningkatkan prestasi murid dalam berbagai ajang lomba
21. Meningkatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah
22. Membudayakan pola hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan rutin di
lingkungan sekolah
23. Meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya kesehatan fisik dan gizi
seimbang
24. Membangun kesadaran murid akan pentingnya kesehatan mental dan
kesejahteraan psikologis
25. Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan dalam seluruh aktivitas
pembelajaran dan pembiasaan sekolah
26. Mengembangkan kemampuan komunikasi intrapribadi murid melalui pembiasaan
refleksi diri
27. Mengembangkan kemampuan komunikasi antarpribadi murid melalui kegiatan
komunikatif
28. Memfasilitasi murid untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi
secara efektif melalui berbagai media
29. Meningkatkan kemampuan komunikasi murid dalam konteks kebinekaan dan
kolaborasi
Visi, misi, dan tujuan
SD Negeri 2 Kertosari Tahun Ajaran 2026/2027 telah dirumuskan berdasarkan hasil
analisis karakteristik satuan pendidikan yang komprehensif, aspirasi seluruh
pemangku kepentingan, serta selaras dengan 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) dan
kebijakan pendidikan nasional. Ketiga komponen ini menjadi acuan utama dalam
pengembangan kurikulum, penyusunan program kerja, serta pelaksanaan dan
evaluasi pembelajaran di SD Negeri 2 Kertosari. Visi, misi, dan tujuan
ini diharapkan dapat menjadi panduan arah pengembangan sekolah
dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Selain itu, visi,
misi, dan tujuan sekolah menjadi motivasi bagi seluruh
warga sekolah untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama. Manfaat lainnya adalah menjadi dasar evaluasi untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan
program dan pencapaian kompetensi lulusan,
serta menjadi komitmen
bersama yang mengikat seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan
layanan pendidikan terbaik bagi murid. Dengan komitmen dan kerja sama seluruh
warga sekolah, komite sekolah, orang tua murid, dan masyarakat, visi "Terwujudnya
lulusan yang religius, bernalar kritis, kreatif, berbudaya, dan
berprestasi" dapat diwujudkan.
Dalam upaya membangun identitas dan
branding sekolah, serta meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan dari seluruh
warga sekolah, serta menjadi alat motivasi dan penguatan karakter, dipandang
perlu untuk menetapkan jargon sekolah. Adapun jargon SD Negeri 2 Kertosari
adalah:
“SDARI OKE”
1. Makna Jargon
Jargon “SDARI OKE” tersusun atas dua
kata, yakni “SDARI” dan “OKE” makna dari kedua kata tersebut dapat diuraikan
sebagai berikut:
a. SDARI.
Kata tersebut memiliki dua akronim
sekaligus, yakni “SD
Negeri duA KertosaRI” dan “Sholeh CerDas TeRampil PedulI”.
Kata-kata tersebut merupakan
pilah-pilar karakter yang diupayakan agar dapat terbentuk dalam diri murid,
sebagai bentuk penyederhanaan visi misi sekolah, agar mudah diingat.
b. OKE.
Oke merupakan kata penyemangat yang
mencerminkan harapan agar SD Negeri 2 Kertosari dan seluruh warganya kedepan
menjadi semakin baik dan dapat dibanggakan.
2. Fungsi Jargon
Jargon dan maknanya sebagaimana diuraikan di atas, memiliki beberapa
fungsi. Fungsi jargon bagi SD Negeri 2 Kertosari adalah sebagai berikut:
a. Membangun Identitas dan Merek Sekolah.
Jargon sekolah menjadi
ciri khas yang membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Ini merupakan
upaya pencitraan positif yang dapat menampilkan citra, nilai unggulan, dan
reputasi sekolah kepada masyarakat luas. Sebuah jargon juga dapat menjadi daya Tarik
tersendiri, yang membantu menarik minat calon murid baru saat masa penerimaan
murid baru.
b. Meningkatkan Rasa Memiliki dan Kebersamaan Pemersatu Warga Sekolah.
Jargon dapat menghubungkan
murid, guru, staf, hingga alumni dalam satu ikatan emosional. Selain itu,
jargon juga dapat menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari komunitas
tersebut. Jargon sekolah, juga merupakan
upaya menciptakan atmosfer kekeluargaan dan kekompakan di lingkungan sekolah.
c. Alat Motivasi dan Penanam Nilai Karakter
Fungsi lain dari
jargon adalah menjadi stimulan visual (di dinding atau spanduk) yang membakar
semangat belajar. Selain itu, jargon juga menjadi sarana internalisasi visi,
karena dapat menyederhanakan visi-misi sekolah yang rumit menjadi kalimat
pendek yang mudah diingat. Jargon sekolah juga dapat menajdi sarana panduan
perilaku: Mengarahkan murid untuk berperilaku sesuai karakter yang
dicita-citakan (Sholeh,
CerDAs, TeRampil, PedulI).

0 comments:
Post a Comment