Sunday, August 2, 2026

VISI MISI SD NEGERI 2 KERTOSARI TAHUN AJARAN 2026/ 2027

 


Visi, misi, dan tujuan merupakan komponen penting dalam Kurikulum Satuan Pendidikan yang menjadi acuan arah pengembangan dan menunjukkan prioritas satuan pendidikan. Berdasarkan Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi Tahun 2025, visi, misi, dan tujuan harus berpusat pada murid dan dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.

Visi, misi, dan tujuan SD Negeri 2 Kertosari Tahun Ajaran 2026/ 2027 yang dirumuskan berdasarkan hasil analisis karakterisik satuan pendidikan, analisis hasil rapor pendidikan, dan aspirasi warga sekolah yang yang dikumpulkan melalui diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan perwakilan guru, tenaga kependidikan, orang tua murid, komite sekolah, dan tokoh masyarakat dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah yang terbaru, seperti 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL), dan pendekatan pembelajaran mendalam yang menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu. Adapun rumusan visi, misi, dan tujuan SD Negeri 2 Kertosari dapat dijelaskan sebagai berikut:

A.   Visi Sekolah

1.    Rumusan Visi Sekolah

Berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan dan aspirasi seluruh pemangku kepentingan, SD Negeri 2 Kertosari menetapkan visi:

"Terwujudnya lulusan yang religius, bernalar kritis, kreatif, berbudaya, dan berprestasi"

Visi ini menggambarkan bagaimana murid menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan. Visi mengandung nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar murid dapat mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

2.    Indikator Ketercapaian Visi

Visi sekolah akan tercapai jika lulusan SD Negeri 2 Kertosari memiliki karakteristik sebagai berikut:

Tabel 22  Indikator Ketercapaian Visi

No

Indikator Ketercapaian Visi

Deskripsi

1

Keyakinan Teguh

Memiliki keyakinan teguh dengan agama yang diyakini dan mampu memahami serta mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari

2

Pembelajar Sepanjang Hayat

Memiliki motivasi untuk selalu belajar dan mengembangkan potensi diri

3

Berprestasi Optimal

Mampu berprestasi sebagai hasil akhir dari proses belajar yang dijalaninya

4

Kreatif dan Inovatif

Mampu menciptakan ide kreatif dan orisinal serta menemukan solusi yang tepat, bermanfaat, dan sesuai dengan keadaan masa kini

5

Berkarakter Luhur

Mengimplementasikan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam aktualisasi kehidupan sehari-hari

6

Berpikir Kritis

Mampu berpikir kritis dan tidak mudah terpengaruh budaya negatif

Visi ini dirumuskan secara kolektif melalui proses yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan selaras dengan tujuan pendidikan nasional serta kerangka kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Selanjutnya visi sekolah dijabarkan menjadi misi SD Negeri 2 Kertosari, agar dapat dilaksanakan dalam langkah nyata.

B.   Misi Sekolah

Untuk mencapai visi yang telah ditetapkan, SD Negeri 2 Kertosari merumuskan misi sebagai pernyataan tindakan yang menjelaskan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi. Misi dijabarkan dalam kalimat tindakan yang berorientasi pada murid dan menunjukkan nilai-nilai penting yang diprioritaskan.

Misi SD Negeri 2 Kertosari:

  1. Menyelenggarakan pembelajaran pendidikan agama dan budi pekerti yang bermakna serta pembiasaan kegiatan keagamaan secara rutin di sekolah dan di rumah
  2. Menumbuhkan akhlak mulia melalui pembudayaan sikap jujur, disiplin, santun, dan tanggung jawab dalam seluruh aktivitas keseharian di lingkungan sekolah
  3. Mengimplementasikan pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) di semua mata pelajaran melalui pendekatan PBL, diskusi, dan studi kasus
  4. Membangun budaya bertanya, berdebat sehat, dan refleksi etis melalui kegiatan kokurikuler dan komunitas belajar murid
  5. Menyelenggarakan Projek Kokurikuler dan ekstrakurikuler yang mendorong murid untuk berkarya, berinovasi, dan memecahkan masalah secara aplikatif
  6. Mengakomodasi minat, bakat, dan potensi murid melalui kegiatan pembinaan seni, keterampilan, dan teknologi yang menghasilkan produk nyata
  7. Menanamkan sikap toleransi, moderasi beragama, dan kesetaraan gender melalui pembelajaran lintas budaya dan kunjungan edukasi ke tempat ibadah
  8. Melestarikan dan mengembangkan kegiatan seni budaya daerah serta membangun kesadaran kebinekaan global melalui Projek Kokurikuler tema "Bineka Tunggal Ika"
  9. Meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid melalui program wajib membaca, pojok baca kelas, dan pembelajaran numerasi kontekstual dengan media manipulatif
  10. Mengikutsertakan murid dalam lomba akademik dan non-akademik di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi sebagai wujud aktualisasi prestasi
  11. Menyelenggarakan program pembiasaan hidup sehat, bersih, dan bugar melalui kegiatan Senam Bersama, Program Tampah dan Lisabu, pemeriksaan kesehatan berkala, serta pengelolaan kantin sehat dan ramah lingkungan serta implementasi Integrasi Nilai-Nilai Anti Narkoba (IKAN).
  12. Membangun kesadaran murid akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis melalui program Sekolah Ramah Anak, layanan konseling, serta kegiatan relaksasi dan refleksi diri secara rutin.
  13. Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan fisik dan mental dalam seluruh aktivitas pembelajaran, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, termasuk melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun pagi, berolahraga, makan sehat dan bergizi, dan tidur cepat).
  14. Mengembangkan kemampuan komunikasi intrapribadi murid melalui pembiasaan refleksi diri, jurnal belajar, dan kegiatan literasi yang mendorong kesadaran akan proses berpikir dan perasaan.
  15. Mengembangkan kemampuan komunikasi antarpribadi murid melalui kegiatan presentasi, diskusi kelompok, debat sehat, dan bermain peran (role play) secara rutin dalam pembelajaran.
  16. Memfasilitasi murid untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif baik lisan maupun tulisan melalui pameran karya, pentas seni, publikasi hasil projek, dan pemanfaatan teknologi digital.

 

C.   Tujuan Sekolah

Berdasarkan Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi Tahun 2025, tujuan satuan pendidikan harus: (1) specific (spesifik), menyatakan secara jelas hasil yang ingin dicapai; (2) measurable (terukur): dapat diukur dan memiliki kriteria pencapaian yang jelas; (3) achievable (dapat dicapai): realistis dan dapat dilaksanakan oleh seluruh warga satuan pendidikan; (3) relevant (relevan): selaras dengan misi dan berpihak pada murid; (5) time-bound (berbatas waktu): memiliki alokasi waktu pencapaian yang jelas. selain itu, tujuan harus selalu merupakan perwujudan dari visi dan misi, mencerminkan karakteristik atau hasil yang akan dicapai oleh murid, selaras dengan 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL), serta menggambarkan tahapan-tahapan penting (milestone) yang selaras dengan misi.

Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan, SD Negeri 2 Kertosari merumuskan tujuan sebagai berikut:

Tabel 23  Tujuan Sekolah dan Target Capaiannya

No

Tujuan

Indikator Keberhasilan

Target

Waktu

1.1

Meningkatkan pemahaman murid terhadap ajaran agama sesuai keyakinannya

Rata-rata nilai pendidikan agama mencapai KKM (75)

100% murid

Setiap semester

1.2

Membudayakan kegiatan keagamaan rutin di sekolah

Frekuensi pelaksanaan doa bersama, salat Dhuha, atau tadarus sesuai jadwal

Minimal 3 kali per minggu

Setiap minggu

1.3

Mendorong murid mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari

Persentase murid yang dinilai memiliki sikap religius baik oleh guru dan orang tua

≥ 85%

Setiap semester

2.1

Membentuk karakter murid yang jujur dalam perkataan dan perbuatan

Persentase murid yang tidak pernah melakukan tindakan tidak jujur

≥ 80%

Setiap semester

2.2

Meningkatkan kedisiplinan murid dalam mengikuti aturan sekolah

Tingkat kehadiran murid minimal 95%; ketepatan waktu mengumpulkan tugas ≥ 85%

≥ 80%

Setiap bulan

2.3

Menumbuhkan sikap santun dan tanggung jawab murid

Persentase murid yang dinilai santun dan bertanggung jawab

≥ 80%

Setiap semester

3.1

Meningkatkan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dan memecahkan masalah

Skor nalar kritis (A.3.4) dalam Asesmen Nasional

Meningkat dari 42,16 menjadi ≥ 55

1 tahun

3.2

Meningkatkan kualitas RPP yang memuat aktivitas HOTS

Persentase RPP yang memuat aktivitas menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta

100%

Setiap semester

3.3

Melaksanakan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan studi kasus

Frekuensi pelaksanaan PBL atau studi kasus di setiap kelas

Minimal 1 kali per bulan per kelas

Setiap bulan

4.1

Meningkatkan kemampuan murid dalam menghasilkan karya kreatif

Skor kreativitas (A.3.3) dalam Asesmen Nasional

Meningkat dari 48,45 menjadi ≥ 55

1 tahun

4.2

Melaksanakan Projek Kokurikuler secara rutin untuk seluruh jenjang kelas

Jumlah tema Projek Kokurikuler yang dilaksanakan setiap tahun

Minimal 2 tema per tahun

Setiap tahun

4.3

Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan ekstrakurikuler

Persentase murid yang mengikuti minimal 1 kegiatan ekstrakurikuler secara aktif

≥ 80%

Setiap semester

5.1

Meningkatkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan

Skor toleransi dan kesetaraan (D.8.3) dalam Asesmen Nasional

Meningkat dari 48,51 menjadi ≥ 60

1 tahun

5.2

Melaksanakan kunjungan edukasi lintas budaya dan ke tempat ibadah

Frekuensi kunjungan edukasi ke tempat ibadah berbeda agama

Minimal 2 kali per tahun

Setiap tahun

5.3

Melestarikan seni budaya daerah melalui kegiatan ekstrakurikuler

Tersedianya kegiatan ekstrakurikuler seni budaya daerah

Minimal 2 jenis kegiatan

Setiap tahun

6.1

Meningkatkan capaian kompetensi minimum literasi murid

Persentase murid yang mencapai kompetensi minimum literasi (A.1)

Meningkat dari 82,35% menjadi ≥ 85%

1 tahun

6.2

Meningkatkan capaian kompetensi minimum numerasi murid

Persentase murid yang mencapai kompetensi minimum numerasi (A.2)

Meningkat dari 76,47% menjadi ≥ 80%

1 tahun

6.3

Membudayakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran

Frekuensi pelaksanaan program membaca 15 menit

Setiap hari sekolah

Setiap hari

7.1

Membudayakan pola hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan rutin di lingkungan sekolah

Frekuensi pelaksanaan Senam Anak Indonesia Sehat

Minimal 3 kali per minggu

Setiap minggu

 

 

Implementasi Program Tampah dan Lisabu dan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)

Terlaksana setiap minggu

Setiap minggu

 

 

Ketersediaan dan pemanfaatan kantin sehat dengan makanan bergizi seimbang

Tersedia dan beroperasi

Setiap hari

7.2

Meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya kesehatan fisik dan gizi seimbang

Persentase murid dengan status gizi normal

≥ 85%

Setiap semester

 

 

Partisipasi murid dalam program MBG sesuai jadwal

≥ 80% murid

Setiap minggu

 

 

Penurunan jumlah hari absen karena sakit

Menurun 10% dari tahun sebelumnya

Setiap tahun

7.3

Membangun kesadaran murid akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis

Skor survei kesejahteraan psikologis murid (D.4.1)

Meningkat dari 52,58 menjadi ≥ 65

1 tahun

 

 

Ketersediaan layanan konseling rutin dengan guru BK

1 kali per bulan

Setiap bulan

 

 

Tidak ada kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah

0 kasus

Setiap semester

7.4

Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan pembiasaan sekolah

Penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (bangun pagi, berolahraga, makan sehat dan bergizi, tidur cepat)

Terlaksana setiap hari

Setiap hari

 

 

Pelaksanaan penjaringan dan pemeriksaan kesehatan berkala bekerja sama dengan puskesmas

Minimal 2 kali per tahun

Setiap tahun

7.5

Mengembangkan kemampuan komunikasi intrapribadi murid melalui pembiasaan refleksi diri

Ketersediaan jurnal refleksi murid yang diisi secara rutin

Minimal 1 kali per minggu

Setiap minggu

 

 

Persentase murid yang mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan belajarnya sendiri

≥ 75%

Setiap semester

 

 

Terselenggaranya kegiatan "Curhat Pagi" 5 menit sebelum belajar

Setiap hari

Setiap hari

7.6

Mengembangkan kemampuan komunikasi antarpribadi murid melalui kegiatan komunikatif

Setiap kelas melaksanakan aktivitas presentasi, diskusi, atau debat sehat

Minimal 1 kali per bulan per kelas

Setiap bulan

 

 

Persentase murid yang mampu mempresentasikan hasil karya atau gagasan secara lancar minimal 5 menit di depan kelas

≥ 80%

Setiap semester

 

 

Terselenggaranya kegiatan berbagi praktik baik antar murid (student sharing)

Minimal 2 kali per tahun

Setiap tahun

7.7

Memfasilitasi murid untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif melalui berbagai media

Terselenggaranya pameran karya murid (hasil projek, seni, dan keterampilan)

Minimal 2 kali per tahun

Setiap tahun

 

 

Publikasi hasil karya murid melalui media digital (website sekolah, media sosial)

Minimal 1 kali per bulan

Setiap bulan

 

 

Persentase murid kelas 6 mampu menulis gagasan secara tertulis dengan lancar minimal 1 halaman folio

≥ 80%

Akhir tahun ajaran

7.8

Meningkatkan kemampuan komunikasi murid dalam konteks kebinekaan dan kolaborasi

Terselenggaranya kegiatan kunjungan edukasi lintas budaya dan diskusi antarbudaya

Minimal 2 kali per tahun

Setiap tahun

 

Berdasarkan uraian pada tabel di atas, tujuan-tujuan SD Negeri 2 Kertosari dapat dirangkum sebagai berikut:

1.    Meningkatkan pemahaman murid terhadap ajaran agama sesuai keyakinannya

2.    Membudayakan kegiatan keagamaan rutin di sekolah

3.    Mendorong murid mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari

4.    Membentuk karakter murid yang jujur dalam perkataan dan perbuatan

5.    Meningkatkan kedisiplinan murid dalam mengikuti aturan sekolah

6.    Menumbuhkan sikap santun dan tanggung jawab murid

7.    Meningkatkan kemampuan murid dalam menganalisis informasi dan memecahkan masalah

8.    Meningkatkan kualitas RPP yang memuat aktivitas HOTS

9.    Melaksanakan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan studi kasus

10. Meningkatkan kemampuan murid dalam menghasilkan karya kreatif

11. Melaksanakan Projek Kokurikuler secara rutin untuk seluruh jenjang kelas

12. Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan ekstrakurikuler

13. Meningkatkan sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan

14. Melaksanakan kunjungan edukasi lintas budaya dan ke tempat ibadah

15. Melestarikan seni budaya daerah melalui kegiatan ekstrakurikuler

16. Meningkatkan capaian kompetensi minimum literasi murid

17. Meningkatkan capaian kompetensi minimum numerasi murid

18. Membudayakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran

19. Meningkatkan partisipasi murid dalam lomba di luar sekolah

20. Meningkatkan prestasi murid dalam berbagai ajang lomba

21. Meningkatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah

22. Membudayakan pola hidup bersih dan sehat melalui pembiasaan rutin di lingkungan sekolah

23. Meningkatkan kesadaran murid akan pentingnya kesehatan fisik dan gizi seimbang

24. Membangun kesadaran murid akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis

25. Mengintegrasikan nilai-nilai kesehatan dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan pembiasaan sekolah

26. Mengembangkan kemampuan komunikasi intrapribadi murid melalui pembiasaan refleksi diri

27. Mengembangkan kemampuan komunikasi antarpribadi murid melalui kegiatan komunikatif

28. Memfasilitasi murid untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara efektif melalui berbagai media

29. Meningkatkan kemampuan komunikasi murid dalam konteks kebinekaan dan kolaborasi

Visi, misi, dan tujuan SD Negeri 2 Kertosari Tahun Ajaran 2026/2027 telah dirumuskan berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan yang komprehensif, aspirasi seluruh pemangku kepentingan, serta selaras dengan 8 Dimensi Profil Lulusan (DPL) dan kebijakan pendidikan nasional. Ketiga komponen ini menjadi acuan utama dalam pengembangan kurikulum, penyusunan program kerja, serta pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di SD Negeri 2 Kertosari. Visi, misi, dan tujuan ini diharapkan dapat menjadi panduan arah pengembangan sekolah dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Selain itu, visi, misi, dan tujuan sekolah menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk bekerja sama mencapai tujuan bersama. Manfaat lainnya adalah menjadi dasar evaluasi untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan program dan pencapaian kompetensi lulusan, serta menjadi komitmen bersama yang mengikat seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid. Dengan komitmen dan kerja sama seluruh warga sekolah, komite sekolah, orang tua murid, dan masyarakat, visi "Terwujudnya lulusan yang religius, bernalar kritis, kreatif, berbudaya, dan berprestasi" dapat diwujudkan.

D.   Jargon Sekolah 

Dalam upaya membangun identitas dan branding sekolah, serta meningkatkan rasa memiliki dan kebersamaan dari seluruh warga sekolah, serta menjadi alat motivasi dan penguatan karakter, dipandang perlu untuk menetapkan jargon sekolah. Adapun jargon SD Negeri 2 Kertosari adalah:

“SDARI OKE”

1.    Makna Jargon

Jargon “SDARI OKE” tersusun atas dua kata, yakni “SDARI” dan “OKE” makna dari kedua kata tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

a.    SDARI.

Kata tersebut memiliki dua akronim sekaligus, yakni “SD Negeri duA KertosaRI” dan “Sholeh CerDas TeRampil PedulI”.

Kata-kata tersebut merupakan pilah-pilar karakter yang diupayakan agar dapat terbentuk dalam diri murid, sebagai bentuk penyederhanaan visi misi sekolah, agar mudah diingat.

b.    OKE.

Oke merupakan kata penyemangat yang mencerminkan harapan agar SD Negeri 2 Kertosari dan seluruh warganya kedepan menjadi semakin baik dan dapat dibanggakan.

2.  Fungsi Jargon

Jargon dan maknanya sebagaimana diuraikan di atas, memiliki beberapa fungsi. Fungsi jargon bagi SD Negeri 2 Kertosari adalah sebagai berikut:

a.    Membangun Identitas dan Merek Sekolah.

Jargon sekolah menjadi ciri khas yang membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Ini merupakan upaya pencitraan positif yang dapat menampilkan citra, nilai unggulan, dan reputasi sekolah kepada masyarakat luas. Sebuah jargon juga dapat menjadi daya Tarik tersendiri, yang membantu menarik minat calon murid baru saat masa penerimaan murid baru.

b.    Meningkatkan Rasa Memiliki dan Kebersamaan Pemersatu Warga Sekolah.

Jargon dapat menghubungkan murid, guru, staf, hingga alumni dalam satu ikatan emosional. Selain itu, jargon juga dapat menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari komunitas tersebut. Jargon sekolah,  juga merupakan upaya menciptakan atmosfer kekeluargaan dan kekompakan di lingkungan sekolah.

c.    Alat Motivasi dan Penanam Nilai Karakter

Fungsi lain dari jargon adalah menjadi stimulan visual (di dinding atau spanduk) yang membakar semangat belajar. Selain itu, jargon juga menjadi sarana internalisasi visi, karena dapat menyederhanakan visi-misi sekolah yang rumit menjadi kalimat pendek yang mudah diingat. Jargon sekolah juga dapat menajdi sarana panduan perilaku: Mengarahkan murid untuk berperilaku sesuai karakter yang dicita-citakan (Sholeh, CerDAs, TeRampil, PedulI).

0 comments:

Post a Comment